ketika mata mulai menatap indahnya pagi
terbangun denagn mimpi yang belum terpenuhi
takkan bisa menjalani hari
takkan sanggup ku lawan mentari
takkan mampu ku ubah sang pelangi
dan apakah aku bisa menjadi hujan
yang menetes pada gurun yang tandus?
ini hanya angan angan kosong
suatu wadah yang tak berisi
tapi...
mimpi ini akan menghantui jika tak ku wujuti
ini takkan berlalu begitu saja
enggan pasrah dengan takdir
takkan pernah ku rapuh untuk mencoba
adakah jalan kini.?
tanpa kusadari
jarumku merajut kembali mimpi itu
dengan benang benang kekuatan
akan doa doa yang telah ku panjatkan
mungkin
gelap yang akan menerkam
mimpi itu akan tiba
memakan rapuhnya harapan
menelan mentah mentah jiwaku
dan akan menagantarku pada pucuk kekuatan
ingat!
takkan kubiarkan malam segelap itu
takkan kuizinkan gelap memusnah kan mimpiku
dan aku enggan pasrah lagi akan keadaan
karena senja kini adalah sahabat karibku
ada di pelukanku
dengan sejuta rajutan asaku
senja takkan berubah menjadi malam
selama aku kuat menjadi
terik mentari yang menyinari seisi bumi..
No comments:
Post a Comment